if you want to know about Depok city it's here because this blog it's all about Depok city

Jumat, 31 Januari 2014

Serba serbi Kota Depok

·         Drs. Moch. Rukasah Suradimadja (1982-1984)
·         Drs. H. M. I. Tamdjid (1984-1988)
·         Drs. H. Abdul Wachyan (1988-1991)
·         Drs. H. Sofyan Safari Hamim (1992-1996)
·         Drs. H. Badrul Kamal (1997-2005)
·         Dr. Ir. H. Nur Mahmudi Ismail, Msc. (2005-2010) (dilantik pada tanggal 26 Januari 2006)
·         Dr. Ir. H. Nur Mahmudi Ismail, Msc. (2010-Sekarang)

KULINER
Belimbing terpilih sebagai ikon kota Depok. Belimbing yang terkenal dari kota Depok adalah belimbing dewa. Buahnya yang berwarna kuning-orange keemasan, mengandung vitamin C dan A yang cukup tinggi. Rasa manisnya dipercaya sebagai obat herbal penurun darah tinggi/hipertensi, kencing manis, nyeri lambung, dan lain-lain. Belimbing sangat prospektif dikembangkan di kota Depok dan kini telah menjadi buah unggulan kota Depok. Selain itu belimbing di daerah ini juga sudah dibuat sebagai dodol bersama dengan jambu merah.

JULUKAN
·         Kota Belimbing
Belimbing yang terkenal dari kota Depok adalah belimbing dewa. Belimbing sangat Prospektif dikembangkan di kota Depok dan kini telah menjadi buah unggulan kota Depok.
·         Kota Petir
Kota Depok dijuluki Kota Petir, dikarenakan Kota Depok adalah satu-satunya kota di dunia yang terdapat petir paling berbahaya di dunia.

Sejarah Kota Depok


Kota Depok, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terletak tepat di selatan Jakarta, yakni antara Jakarta-Bogor. Kata Depok sendiri berasal dari kata dalam bahasa Sunda yang berarti pertapaan atau tempat bertapa. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa kata Depok merupakan sebuah akronim dari De Eerste Protestants Onderdaan Kerk yang artinya adalah Gereja Kristen Rakyat Pertama.
Depok dahulu adalah kota kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bogor, yang kemudian mendapat status kota administratif pada tahun 1982. Sejak 20 April 1999, Depok ditetapkan menjadi kotamadya (sekarang: kota) yang terpisah dari Kabupaten Bogor. Kota Depok terdiri atas 11kecamatan, yang dibagi menjadi 63 kelurahan.
Depok merupakan kota penyangga Jakarta. Ketika menjadi kota administratif pada tahun 1982, penduduknya hanya 240.000 jiwa, dan ketika menjadi kotamadya pada tahun 1999 penduduknya 1,2 juta jiwa. Universitas Indonesia (kecuali Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, dan sebagian Program Pasca Sarjana) berada di wilayah Kota Depok.
Sejak bulan Juni 2012, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail telah menetapkan program One Day No Car, yaitu program satu hari tanpa mobil bagi pejabat pemerintahan Kotamadya Depok. Program ini dilakukan setiap hari Selasa.

Terbentuknya Kecamatan Depok
Berawal pada akhir abad ke 17 seorang saudagar Belanda, eks VOC, bernama Cornelis Chastelein (1657-1714) membeli tanah di Depok seluas 12,44 km persegi (hanya 6,2% dari luas kota Depok saat ini yang luasnya 200,29 km persegi) atau kurang dari 4 kali luas kampus UI Depok. Dengan harga 700 ringgit, dan status tanah itu adalah tanah partikelir atau terlepas dari kekuasaan Hindia Belanda. Cornelis Chastelein menjadi tuan tanah, yang kemudian menjadikan Depok memiliki pemerintahan sendiri, lepas dari pengaruh dan campur tangan dari luar. Daerah otonomi Chastelein ini dikenal dengan sebutan Het Gemeente Bestuur van Het Particuliere Land Depok. Pada zaman kemerdekaan Depok ini menjadi sebuah kecamatan yang berada di lingkungan Kewedanaan (Pembantu Bupati) wilayah Parung Kabupaten Bogor.
Depok bermula dari sebuah Kecamatan yang berada di lingkungan Kewedanaan (Pembantu Bupati) wilayah Parung Kabupaten Bogor, kemudian pada tahun 1976 perumahan mulai dibangun baik oleh Perum Perumnas maupun pengembang yang kemudian diikuti dengan dibangunnya kampus Universitas Indonesia (UI), serta meningkatnya perdagangan dan Jasa yang semakin pesat sehingga diperlukan kecepatan pelayanan.
Pada tahun 1981 Pemerintah membentuk Kota Administratif Depok berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 1981 yang peresmiannya pada tanggal 18 Maret 1982 oleh Menteri dalam Negeri (H. Amir Machmud) yang terdiri dari 3 (tiga) Kecamatan dan 17 (tujuh belas) Desa, yaitu :
1.     Kecamatan Pancoran Mas, terdiri dari 6 (enam) Desa, yaitu Desa Depok, Desa Depok Jaya, Desa Pancoram Mas, Desa Mampang, Desa Rangkapan Jaya, Desa Rangkapan Jaya Baru.
2.     Kecamatan Beji, terdiri dari 5 (lima) Desa, yaitu : Desa Beji, Desa Kemiri Muka, Desa Pondok Cina, Desa Tanah Baru, Desa Kukusan.
3.     Kecamatan Sukmajaya, terdiri dari 6 (enam) Desa, yaitu : Desa Mekarjaya, Desa Sukma Jaya, Desa Sukamaju, Desa Cisalak, Desa Kalibaru, Desa Kalimulya.
Selama kurun waktu 17 tahun Kota Administratif Depok berkembang pesat baik dibidang Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan. Khususnya bidang Pemerintahan semua Desa berganti menjadi Kelurahan dan adanya pemekaran Kelurahan, sehingga pada akhirnya Depok terdiri dari 3 (Kecamatan) dan 23 (dua puluh tiga) Kelurahan, yaitu :
1.     Kecamatan Pancoran Mas, terdiri dari 6 (enam) Kelurahan, yaitu : Kelurahan Depok, Kelurahan Depok Jaya, Kelurahan Pancoran Mas, Kelurahjn Rangkapan Jaya, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru.
2.     Kecamatan Beji terdiri dari (enam) Kelurahan, yaitu : Kelurahan Beji, Kelurahan Beji Timur, Kelurah Pondok Cina, Kelurahan Kemirimuka, Kelurahan Kukusan, Kelurahan Tanah Baru.
3.     Kecamatan Sukmajaya, terdiri dari 11 (sebelas) Kelurahan, yaitu : Kelurahan Sukmajaya, Kelurahan Suka Maju,. Kelurahan Mekarjaya, Kelurahan Abadi Jaya, Kelurahan Baktijaya, Kelurahan Cisalak, Kelurahan Kalibaru, Kelurahan Kalimulya, Kelurahan Kali Jaya, Kelurahan Cilodong, Kelurahan Jati Mulya, Kelurahan Tirta Jaya.

Terbentuknya Kotamadya Depok
Dengan semakin pesatnya perkembangan dan tuntutan aspirasi masyarakat yang semakin mendesak agar Kota Administratif Depok diangkat menjadi Kotamadya dengan harapan pelayanan menjadi maksimum. Di sisi lain Pemerintah Kabupaten Bogor bersama–sama Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperhatikan perkembangan tesebut, dan mengusulkannya kepada Pemerintah Pusat dan Dewan Perwakilan Rakyat.
Berdasarkan Undang–Undang Nomor 15 Tahun 1999, tentang pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Depok yang ditetapkan pada tanggal 20 April 1999, dan diresmikan tanggal 27 April 1999 berbarengan dengan Pelantikan Penjabat Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Depok yang dipercayakan kepada Drs. H. Badrul Kamal yang pada waktu itu menjabat sebagai Walikota Kota Administratif Depok.
Momentum peresmian Kotamadya Daerah Tingkat II Depok dan pelantikan penjabat Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Depok dapat dijadikan suatu landasan yang bersejarah dan tepat untuk dijadikan hari jadi Kota Depok.
Berdasarkan Undang–Undang Nomor 15 Tahun 1999, wilayah Kota Depok meliputi wilayah Administratif Kota Depok, terdiri dari 30 (tiga) kecamatan sebagaimana tersebut di atas ditambah dengan sebagian wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor, yaitu:
1.     Kecamatan Cimanggis, yang terdiri dari 1 (satu) kelurahan dan 12 (dua belas) desa, yaitu: Kelurahan Cilangkap, Desa Pasir Gunung Selatan, Desa Tugu, Desa Mekarsari, Desa Cisalak Pasar, Desa Curug, Desa Hajarmukti, Desa Sukatani, Desa Sukamaju Baru, Desa Cijajar, Desa Cimpaeun, Desa Leuwinanggung.
2.     Kecamatan Sawangan, yang terdiri dari 14 (empat belas) desa, yaitu: Desa Sawangan, Desa Sawangan Baru, Desa Cinangka, Desa Kedaung, Desa Serua, Desa Pondok Petir, Desa Curug, Desa Bojong Sari, Desa Bojong Sari Baru, Desa Duren Seribu, Desa Duren Mekar, Desa Pengasinan Desa Bedahan, Desa Pasir Putih.
3.     Kecamatan Limo yang terdiri dari 8 (delapan) desa, yaitu: Desa Limo, Desa Meruyung, Desa Cinere, Desa Gandul, Desa Pangkalan Jati, Desa Pangkalan Jati Baru, Desa Krukut, Desa Grogol.
4.     Dan ditambah 5 (lima) desa dari Kecamatan Bojong Gede, yaitu: Desa Cipayung, Desa Cipayung Jaya, Desa Ratu Jaya, Desa Pondok Terong, Desa Pondok Jaya.



Kamis, 30 Januari 2014

pendidikan di kota Depok




Pendidikan di kota Depok



Pendidikan adalah salah satu hal yang harus di miliki oleh setiap manusia dari kalangan manapun, baik miskin maupun kaya, terkadang bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah pendidikan adalah salah satu barang mewah yang sulit itu, tapi tidak sekarang pemerintah indonesia sudah mencenangkan sebuah program pendidikan 9 tahun untuk anak-anak indonesia, dalam programnya ini setiap anak diwajibkan untuk menempuh pendidikan dari SD (Sekolah Dasar), sampai dengan SMP(sekolah menengah pertama).

untuk pendidikan di daerah Depok tersendiri tergolong lebih baik dari pada kota-kota lain di indonesia mesikipun kota Depok buka sebagai kota pendidikan, tapi jumlah sekolah formal yang ada di kota Depok cukup banyak, mulai dari TK/TKIT, SD/MI,SMP,SMK/SMA, sampai perguruan tinggi (Universitas) pun di kota Depok sangat banyak, dan salah satunya adalah Politeknik LP3I jakarta kampus Depok, kampus yang beralamat Politeknik LP3I Jakarta Kampus Depok Jalan Margonda Raya No.274 Kota Depok, Jawa Barat 16423. kampus ini memiliki lokasi yang sangat strategis dan mudah di kenali, baik dari logo maupun namanya, kampus yang memiliki cabang di depok ini memiliki 4 jurusan yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja antara lain {KA(Komputer Akuntansi),AP(Administrasi Perkantoran), IK(Informatika Komputer), CDM(Computer Design & Multimedia)}, dan kampus ini memiliki program Tepat & Cepat Kerja, yaitu setiap mahasiswanya di salurkan ke dunia kerja, dan sekaligus membantu pemerintah dalam memberantas kemiskininan dan penganguran di indonesia khususnya kota Depok.

Cukup sekian sedikit informasi tentang pendidikan di kota Depok
Semoga bermanfaat


Terima kasih……………

tempat belanja di daerah Depok

Depok adalah salah satu kota di daerah jawabarat yang perkembangannya cukup pesat dan tidak kalah dengan kota-kota lain, ini disebabkan kota Depok juga dekat dengan Jakarta, sehingga perkembangan yang ada di Jakarta juga di ikuti oleh Depok hampir banyak hal ada di daerah kota Depok, mulai dari universitas/sekolah, mall (tempat Berbelanja), Tempat kuliner, dan Tempat-tempat wisata, kali ini saya akan menjelaskan tempat belanja atau tempat makan di depok.



ITC Depok



ITC Depok  adalah salah satu tempat berbelanja yang ada di Depok tepatnya di JL. MargondaNo.56, Depok, mall ini di kategorikan salah satu tempat berbelanja baru di daerah Depok di bandingkan mall-mall yang lainnya, yang menjadi saingan ITC Depok, dan mall ini memiliki 5 lantai yang setiap lantai memiliki peruntukannya masing-masing.

Mall ini menyediakan fasilitas yang sangat beragam bagi para shopa holic/ pecinta belanja, mulai dari furniture, pakaian, tas, sepatu, elektronik, optic, aksesoris, food curt, dan kebutuhan sehari- hari ada disini yaitu di Carefoure, sampai tempat penitipan anak yang disertai arena bermain ada di sini, sehingga para wanita untuk yang ingin berbelanja tapi tidak mau direpotkan dengan anak yang rewel bisa di titipkan di tempata ini sehingga para wanita khususnya bisa berbelanja di tempat ini, jika anda sudah selesai belanja tapi masih ada kebutuhan sehari-hari yang belum di beli anda tinggal naik satu lantai dan anda sudah bisa berbelanja di Carefoure, setelah cape seharian berbelanja dan merasa lapar anda tinggal naik ke lantai tiga maka anda akan menemui foud curt yang menyediakan berbagai macam makan,  harga yang di tawarkan di mall ini di kategorikan cukup murah karena mall ini di peruntukkan untuk umum dari kalangan menengah ke bawah, serta lokasinya yang sangat strategis yaitu dekat Terminal Depok baru yang sering di lalui banyak orang yang melakukan berbagai aktifitas, dalam satu gedung menyediakan berbagai fasilitas, itu efektif dan efisien. buka setiap hari pukul 19.00 - 22.00 WIB


Mall Depok Town Square

Mall Depok Town Square adalah salah satu tempat berbelanja yang ada di daerah Depok yang menyediakan berbagai fasilitas yang letaknya sangat strategis yaitu di  Jl. Margonda Raya No. 1, Pondok Cina, Mall ini berdiri sudah cukup lama, Mall ini menyediakan berbagai fasilitas yang tersedia di setiap lantainya mulai dari pakaian, tas, sepatu, optic, aksesoris, elektronik, arena bermain, food curt, dan tersedia tempat belanja yaitu MATAHARI yang ber ada dalam satu gedung dengan Mall Depok Town Square.

Jadi para pencinta belanja/ shopa holic bisa memuaskan hasrat berbelanja anda di tempat ini, dengan fasilitas lengkap dengan barang-barang yang di tawarkan sangat beragam, harga yang ditawarkanpun tidak mahal dan cocok dengan keuangan/ kemampuan daya beli masyarakat Indonesia khususnya masyarakat depok, serta kenyamanan berbelanja yang di tawarkan dapat membuat anda tertarik dan harus berbelanja ketempat ini.
Demikian sekilas tentang salah satu mall yang ada di daerah Depok yaitu Mall Depok Town Square.

Tempat makan di daerah Depok.

Depok adalah salah satu kota di daerah jawabarat yang perkembangannya cukup pesat dan tidak kalah dengan kota-kota lain, ini disebabkan kota Depok juga dekat dengan Jakarta, sehingga perkembangan yang ada di Jakarta juga di ikuti oleh Depok hampir banyak hal ada di daerah kota Depok, mulai dari universitas/sekolah, mall (tempat Berbelanja), Tempat kuliner, dan Tempat-tempat wisata, kali ini saya akan menjelaskan tempat belanja atau tempat makan di depok.

Tempat makan di daerah Depok.


Ayam bakar mas mono, itu lah salah satu tempat makan yang ada di Jl Margonda Raya (Samping Univ Gunadarma), ayam bakar ini salah satu tempat makan yang dapat di rekomendasikan untuk para pecinta kuliner, terutama olahan dari ayam yang hampir semua orang menyukainya mulai dari tua dan muda, terutama untuk para Mahasiswa.

Kota Depok

Kota Depok



Depok adalah salah satu kota di Jawa Barat di Indonesia yang cukup besar kota ini berdekatan dengan kota Jakarta dan kota Bogor, kota depok adalah salah satu kota yang terkenal dengan buah belimbingnya dan kota ini memiliki lambang atau icon kota yang berbentuk senjata parang.

Depok memang belum seterkenal kota- kota yang ada di Indonesia misalnya, Jakarta, Surabaya, DI Djogjakarta, dan kota-kota lainnya, tapi kota Depok juga wajib di kunjungi oleh para traveler/ atau yang suka touring


Depok juga mulai di kenal dengan kota Cyber, kota yang menyediakan berbagai fasilitas hotspot internet di setiap tempatnya, baik tempat makan, tempat umum juga sudah menjamur di kota Depok, Depok juga tidak kalah dengan kota-kota besar di Indonesia, meskipun Depok terkenal dengan kota pendatang karena hampir semua penduduk yang tinggal di Depok adalah pendatang dari berbagai daerah Indonesia, tapi itulah Indonesia meski berbeda tetapi tetap satu jua, Depok juga salah satu tempat yang patut di jadikan sebagai tempat tinggal maupun hanya sekedar wisata, baik wisata belanja, wisata kuliner, maupun hanya sekedar untuk berjalan-jalan  saja. Jadi Ayooo datang  ke Kota Depok.

Jumat, 24 Januari 2014

Sejarah Pendidikan

Sejarah

Belanda memperkenalkan sistem pendidikan formal bagi penduduk Hindia Belanda (cikal bakal Indonesia), meskipun terbatas bagi kalangan tertentu yang terbatas. Sistem yang mereka perkenalkan secara kasar sama saja dengan struktur yang ada sekarang, dengan tingkatan sebagai berikut:

·         Europeesche Lagere School (ELS), sekolah dasar bagi orang Eropa
·         Hollandsch-Inlandsche School (HIS), sekolah dasar bagi pribumi
·         Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), sekolah menengah pertama
·         Algemeene Middelbare School (AMS), sekolah menengah atas

Sejak tahun 1930-an, Belanda memperkenalkan pendidikan formal terbatas bagi hampir semua provinsi di Hindia Belanda.

Filosofi pendidikan

Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran.

Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, "Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya.”

Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.

Fungsi pendidikan

Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut:

·         Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.
·         Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat.
·         Melestarikan kebudayaan.
·         Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.

-         Fungsi lain dari lembaga pendidikan adalah sebagai berikut.

·         Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah.
·         Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.
·         Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestiseprivilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya.
·         Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.

-         Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut:

·         Transmisi (pemindahan) kebudayaan.
·         Memilih dan mengajarkan peranan sosial.
·         Menjamin integrasi sosial.
·         Sekolah mengajarkan corak kepribadian.
·         Sumber inovasi sosial.