Jumat, 30 Mei 2014
Jumat, 31 Januari 2014
Serba serbi Kota Depok
WALI KOTA
·
Drs. Moch. Rukasah Suradimadja (1982-1984)
·
Drs. H. M. I. Tamdjid (1984-1988)
·
Drs. H. Abdul Wachyan (1988-1991)
·
Drs. H. Sofyan Safari Hamim (1992-1996)
·
Drs. H. Badrul Kamal (1997-2005)
·
Dr. Ir. H. Nur Mahmudi Ismail,
Msc. (2005-2010) (dilantik pada tanggal 26 Januari 2006)
·
Dr. Ir. H. Nur Mahmudi Ismail, Msc.
(2010-Sekarang)
KULINER
Belimbing terpilih sebagai ikon kota Depok. Belimbing yang
terkenal dari kota Depok adalah belimbing dewa. Buahnya yang berwarna
kuning-orange keemasan, mengandung vitamin C dan A yang cukup tinggi. Rasa
manisnya dipercaya sebagai obat herbal penurun darah tinggi/hipertensi, kencing
manis, nyeri lambung, dan lain-lain. Belimbing sangat prospektif dikembangkan
di kota Depok dan kini telah menjadi buah unggulan kota Depok. Selain itu
belimbing di daerah ini juga sudah dibuat sebagai dodol bersama
dengan jambu merah.
JULUKAN
·
Kota
Belimbing
Belimbing yang terkenal dari kota Depok adalah belimbing dewa.
Belimbing sangat Prospektif dikembangkan di kota Depok dan kini telah menjadi
buah unggulan kota Depok.
·
Kota
Petir
Kota Depok dijuluki Kota Petir, dikarenakan Kota Depok adalah
satu-satunya kota di dunia yang terdapat petir paling berbahaya di dunia.
Sejarah Kota Depok
Kota Depok, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terletak tepat di selatan Jakarta, yakni antara Jakarta-Bogor. Kata Depok sendiri
berasal dari kata dalam bahasa Sunda yang berarti pertapaan atau tempat bertapa.
Namun, ada juga yang mengatakan bahwa kata Depok merupakan sebuah akronim dari De Eerste Protestants Onderdaan
Kerk yang artinya adalah
Gereja Kristen Rakyat Pertama.
Depok dahulu adalah kota kecamatan
dalam wilayah Kabupaten Bogor, yang kemudian mendapat
status kota administratif pada tahun 1982. Sejak 20 April 1999,
Depok ditetapkan menjadi kotamadya (sekarang: kota) yang terpisah dari Kabupaten Bogor. Kota Depok terdiri
atas 11kecamatan, yang dibagi menjadi 63 kelurahan.
Depok merupakan kota penyangga
Jakarta. Ketika menjadi kota administratif pada tahun 1982, penduduknya hanya
240.000 jiwa, dan ketika menjadi kotamadya pada tahun 1999 penduduknya 1,2 juta
jiwa. Universitas Indonesia (kecuali Fakultas Kedokteran, Fakultas
Kedokteran Gigi, dan sebagian Program Pasca Sarjana) berada di wilayah Kota
Depok.
Sejak bulan Juni 2012, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail telah menetapkan program One Day No Car, yaitu program
satu hari tanpa mobil bagi pejabat pemerintahan Kotamadya Depok. Program ini
dilakukan setiap hari Selasa.
Terbentuknya Kecamatan Depok
Berawal pada akhir abad ke
17 seorang saudagar Belanda, eks VOC, bernama Cornelis Chastelein (1657-1714)
membeli tanah di Depok seluas 12,44 km persegi (hanya 6,2% dari luas kota Depok
saat ini yang luasnya 200,29 km persegi) atau kurang dari 4 kali luas kampus UI Depok. Dengan
harga 700 ringgit, dan status tanah itu adalah tanah partikelir atau terlepas
dari kekuasaan Hindia Belanda.
Cornelis Chastelein menjadi tuan tanah, yang kemudian menjadikan Depok memiliki
pemerintahan sendiri, lepas dari pengaruh dan campur tangan dari luar. Daerah
otonomi Chastelein ini dikenal dengan sebutan Het Gemeente Bestuur van Het
Particuliere Land Depok. Pada zaman kemerdekaan Depok ini menjadi sebuah
kecamatan yang berada di lingkungan Kewedanaan (Pembantu Bupati) wilayah Parung Kabupaten Bogor.
Depok
bermula dari sebuah Kecamatan yang berada di lingkungan Kewedanaan (Pembantu
Bupati) wilayah Parung Kabupaten Bogor, kemudian pada tahun 1976 perumahan
mulai dibangun baik oleh Perum Perumnas maupun pengembang yang kemudian diikuti
dengan dibangunnya kampus Universitas Indonesia (UI),
serta meningkatnya perdagangan dan Jasa yang semakin pesat sehingga diperlukan
kecepatan pelayanan.
Pada tahun 1981 Pemerintah
membentuk Kota Administratif Depok berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 43
tahun 1981 yang peresmiannya pada tanggal 18 Maret 1982 oleh Menteri dalam
Negeri (H. Amir Machmud) yang terdiri dari 3 (tiga) Kecamatan dan 17 (tujuh
belas) Desa, yaitu :
1. Kecamatan Pancoran Mas,
terdiri dari 6 (enam) Desa, yaitu Desa Depok, Desa Depok Jaya, Desa Pancoram
Mas, Desa Mampang, Desa Rangkapan Jaya, Desa Rangkapan Jaya Baru.
2. Kecamatan Beji, terdiri
dari 5 (lima) Desa, yaitu : Desa Beji, Desa Kemiri Muka, Desa Pondok Cina,
Desa Tanah Baru, Desa Kukusan.
3. Kecamatan Sukmajaya,
terdiri dari 6 (enam) Desa, yaitu : Desa Mekarjaya, Desa Sukma Jaya, Desa
Sukamaju, Desa Cisalak, Desa Kalibaru, Desa Kalimulya.
Selama kurun waktu 17 tahun
Kota Administratif Depok berkembang pesat baik dibidang Pemerintahan,
Pembangunan dan Kemasyarakatan. Khususnya bidang Pemerintahan semua Desa
berganti menjadi Kelurahan dan adanya pemekaran Kelurahan, sehingga pada
akhirnya Depok terdiri dari 3 (Kecamatan) dan 23 (dua puluh tiga) Kelurahan,
yaitu :
1. Kecamatan Pancoran Mas,
terdiri dari 6 (enam) Kelurahan, yaitu : Kelurahan Depok, Kelurahan Depok
Jaya, Kelurahan Pancoran Mas, Kelurahjn Rangkapan Jaya, Kelurahan Rangkapan
Jaya Baru.
2. Kecamatan Beji terdiri dari
(enam) Kelurahan, yaitu : Kelurahan Beji, Kelurahan Beji Timur, Kelurah
Pondok Cina, Kelurahan Kemirimuka, Kelurahan Kukusan, Kelurahan Tanah Baru.
3. Kecamatan Sukmajaya,
terdiri dari 11 (sebelas) Kelurahan, yaitu : Kelurahan Sukmajaya,
Kelurahan Suka Maju,. Kelurahan Mekarjaya, Kelurahan Abadi Jaya, Kelurahan Baktijaya, Kelurahan Cisalak,
Kelurahan Kalibaru, Kelurahan Kalimulya, Kelurahan Kali Jaya, Kelurahan
Cilodong, Kelurahan Jati Mulya, Kelurahan Tirta Jaya.
Terbentuknya Kotamadya Depok
Dengan semakin pesatnya
perkembangan dan tuntutan aspirasi masyarakat yang semakin mendesak agar Kota
Administratif Depok diangkat menjadi Kotamadya dengan harapan pelayanan menjadi
maksimum. Di sisi lain Pemerintah Kabupaten Bogor bersama–sama Pemerintah
Provinsi Jawa Barat memperhatikan perkembangan tesebut, dan mengusulkannya
kepada Pemerintah Pusat dan Dewan Perwakilan Rakyat.
Berdasarkan Undang–Undang
Nomor 15 Tahun 1999, tentang pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Depok yang
ditetapkan pada tanggal 20 April 1999, dan diresmikan tanggal 27 April 1999
berbarengan dengan Pelantikan Penjabat Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II
Depok yang dipercayakan kepada Drs. H. Badrul Kamal yang pada waktu itu
menjabat sebagai Walikota Kota Administratif Depok.
Momentum peresmian
Kotamadya Daerah Tingkat II Depok dan pelantikan penjabat Walikotamadya Kepala
Daerah Tingkat II Depok dapat dijadikan suatu landasan yang bersejarah dan
tepat untuk dijadikan hari jadi Kota Depok.
Berdasarkan Undang–Undang
Nomor 15 Tahun 1999, wilayah Kota Depok meliputi wilayah Administratif Kota
Depok, terdiri dari 30 (tiga) kecamatan sebagaimana tersebut di atas ditambah
dengan sebagian wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor, yaitu:
1. Kecamatan Cimanggis, yang
terdiri dari 1 (satu) kelurahan dan 12 (dua belas) desa, yaitu: Kelurahan
Cilangkap, Desa Pasir Gunung Selatan, Desa Tugu, Desa Mekarsari, Desa Cisalak
Pasar, Desa Curug, Desa Hajarmukti, Desa Sukatani, Desa Sukamaju Baru, Desa
Cijajar, Desa Cimpaeun, Desa Leuwinanggung.
2. Kecamatan Sawangan, yang
terdiri dari 14 (empat belas) desa, yaitu: Desa Sawangan, Desa Sawangan Baru,
Desa Cinangka, Desa Kedaung, Desa Serua, Desa Pondok Petir, Desa Curug, Desa
Bojong Sari, Desa Bojong Sari Baru, Desa Duren Seribu, Desa Duren Mekar, Desa
Pengasinan Desa Bedahan, Desa Pasir Putih.
3. Kecamatan Limo yang terdiri
dari 8 (delapan) desa, yaitu: Desa Limo, Desa Meruyung, Desa Cinere, Desa
Gandul, Desa Pangkalan Jati, Desa Pangkalan Jati Baru, Desa Krukut, Desa
Grogol.
4. Dan ditambah 5 (lima) desa
dari Kecamatan Bojong Gede, yaitu: Desa Cipayung, Desa Cipayung Jaya, Desa Ratu
Jaya, Desa Pondok Terong, Desa Pondok Jaya.
Kamis, 30 Januari 2014
pendidikan di kota Depok
Pendidikan adalah salah satu hal yang harus di miliki oleh setiap manusia dari kalangan manapun, baik miskin maupun kaya, terkadang bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah pendidikan adalah salah satu barang mewah yang sulit itu, tapi tidak sekarang pemerintah indonesia sudah mencenangkan sebuah program pendidikan 9 tahun untuk anak-anak indonesia, dalam programnya ini setiap anak diwajibkan untuk menempuh pendidikan dari SD (Sekolah Dasar), sampai dengan SMP(sekolah menengah pertama).
untuk pendidikan di daerah Depok tersendiri tergolong lebih baik
dari pada kota-kota lain di indonesia mesikipun kota Depok buka sebagai kota
pendidikan, tapi jumlah sekolah formal yang ada di kota Depok cukup banyak,
mulai dari TK/TKIT, SD/MI,SMP,SMK/SMA, sampai perguruan tinggi (Universitas)
pun di kota Depok sangat banyak, dan salah satunya adalah Politeknik LP3I
jakarta kampus Depok, kampus yang beralamat Politeknik LP3I Jakarta Kampus Depok Jalan Margonda Raya
No.274 Kota Depok, Jawa Barat 16423. kampus ini memiliki lokasi yang
sangat strategis dan mudah di kenali, baik dari logo maupun namanya, kampus
yang memiliki cabang di depok ini memiliki 4 jurusan yang sangat dibutuhkan
dalam dunia kerja antara lain {KA(Komputer Akuntansi),AP(Administrasi
Perkantoran), IK(Informatika Komputer), CDM(Computer Design & Multimedia)},
dan kampus ini memiliki program Tepat & Cepat Kerja, yaitu setiap
mahasiswanya di salurkan ke dunia kerja, dan sekaligus membantu pemerintah
dalam memberantas kemiskininan dan penganguran di indonesia khususnya kota
Depok.
Cukup sekian
sedikit informasi tentang pendidikan di kota Depok
Semoga bermanfaat
Terima kasih……………
tempat belanja di daerah Depok
Depok adalah salah satu kota di daerah jawabarat yang perkembangannya cukup pesat dan tidak kalah dengan kota-kota lain, ini disebabkan kota Depok juga dekat dengan Jakarta, sehingga perkembangan yang ada di Jakarta juga di ikuti oleh Depok hampir banyak hal ada di daerah kota Depok, mulai dari universitas/sekolah, mall (tempat Berbelanja), Tempat kuliner, dan Tempat-tempat wisata, kali ini saya akan menjelaskan tempat belanja atau tempat makan di depok.
ITC Depok
ITC Depok adalah salah satu tempat berbelanja yang ada di Depok tepatnya di JL. MargondaNo.56, Depok, mall ini di kategorikan salah satu tempat berbelanja baru di daerah Depok di bandingkan mall-mall yang lainnya, yang menjadi saingan ITC Depok, dan mall ini memiliki 5 lantai yang setiap lantai memiliki peruntukannya masing-masing.
Mall ini menyediakan fasilitas yang sangat beragam bagi para shopa holic/ pecinta belanja, mulai dari furniture, pakaian, tas, sepatu, elektronik, optic, aksesoris, food curt, dan kebutuhan sehari- hari ada disini yaitu di Carefoure, sampai tempat penitipan anak yang disertai arena bermain ada di sini, sehingga para wanita untuk yang ingin berbelanja tapi tidak mau direpotkan dengan anak yang rewel bisa di titipkan di tempata ini sehingga para wanita khususnya bisa berbelanja di tempat ini, jika anda sudah selesai belanja tapi masih ada kebutuhan sehari-hari yang belum di beli anda tinggal naik satu lantai dan anda sudah bisa berbelanja di Carefoure, setelah cape seharian berbelanja dan merasa lapar anda tinggal naik ke lantai tiga maka anda akan menemui foud curt yang menyediakan berbagai macam makan, harga yang di tawarkan di mall ini di kategorikan cukup murah karena mall ini di peruntukkan untuk umum dari kalangan menengah ke bawah, serta lokasinya yang sangat strategis yaitu dekat Terminal Depok baru yang sering di lalui banyak orang yang melakukan berbagai aktifitas, dalam satu gedung menyediakan berbagai fasilitas, itu efektif dan efisien. buka setiap hari pukul 19.00 - 22.00 WIB
Mall Depok Town Square
Mall Depok Town Square adalah salah satu tempat berbelanja yang ada di daerah Depok yang menyediakan berbagai fasilitas yang letaknya sangat strategis yaitu di Jl. Margonda Raya No. 1, Pondok Cina, Mall ini berdiri sudah cukup lama, Mall ini menyediakan berbagai fasilitas yang tersedia di setiap lantainya mulai dari pakaian, tas, sepatu, optic, aksesoris, elektronik, arena bermain, food curt, dan tersedia tempat belanja yaitu MATAHARI yang ber ada dalam satu gedung dengan Mall Depok Town Square.
Jadi para pencinta belanja/ shopa holic bisa memuaskan hasrat berbelanja anda di tempat ini, dengan fasilitas lengkap dengan barang-barang yang di tawarkan sangat beragam, harga yang ditawarkanpun tidak mahal dan cocok dengan keuangan/ kemampuan daya beli masyarakat Indonesia khususnya masyarakat depok, serta kenyamanan berbelanja yang di tawarkan dapat membuat anda tertarik dan harus berbelanja ketempat ini.
Demikian sekilas tentang salah satu mall yang ada di daerah Depok yaitu Mall Depok Town Square.
Tempat makan di daerah Depok.
Depok adalah salah satu kota di daerah jawabarat yang perkembangannya cukup pesat dan tidak kalah dengan kota-kota lain, ini disebabkan kota Depok juga dekat dengan Jakarta, sehingga perkembangan yang ada di Jakarta juga di ikuti oleh Depok hampir banyak hal ada di daerah kota Depok, mulai dari universitas/sekolah, mall (tempat Berbelanja), Tempat kuliner, dan Tempat-tempat wisata, kali ini saya akan menjelaskan tempat belanja atau tempat makan di depok.
Tempat makan di daerah Depok.
Ayam bakar mas mono, itu lah salah satu tempat makan yang ada di Jl Margonda Raya (Samping Univ Gunadarma), ayam bakar ini salah satu tempat makan yang dapat di rekomendasikan untuk para pecinta kuliner, terutama olahan dari ayam yang hampir semua orang menyukainya mulai dari tua dan muda, terutama untuk para Mahasiswa.
Kota Depok
Kota Depok
Depok adalah salah satu kota di Jawa Barat di Indonesia yang cukup besar kota ini berdekatan dengan kota Jakarta dan kota Bogor, kota depok adalah salah satu kota yang terkenal dengan buah belimbingnya dan kota ini memiliki lambang atau icon kota yang berbentuk senjata parang.
Depok memang belum seterkenal kota- kota yang ada di Indonesia misalnya, Jakarta, Surabaya, DI Djogjakarta, dan kota-kota lainnya, tapi kota Depok juga wajib di kunjungi oleh para traveler/ atau yang suka touring
Depok juga mulai di kenal dengan kota Cyber, kota yang menyediakan berbagai fasilitas hotspot internet di setiap tempatnya, baik tempat makan, tempat umum juga sudah menjamur di kota Depok, Depok juga tidak kalah dengan kota-kota besar di Indonesia, meskipun Depok terkenal dengan kota pendatang karena hampir semua penduduk yang tinggal di Depok adalah pendatang dari berbagai daerah Indonesia, tapi itulah Indonesia meski berbeda tetapi tetap satu jua, Depok juga salah satu tempat yang patut di jadikan sebagai tempat tinggal maupun hanya sekedar wisata, baik wisata belanja, wisata kuliner, maupun hanya sekedar untuk berjalan-jalan saja. Jadi Ayooo datang ke Kota Depok.
Jumat, 24 Januari 2014
Sejarah Pendidikan
Sejarah
Belanda memperkenalkan sistem pendidikan formal bagi
penduduk Hindia Belanda (cikal bakal Indonesia),
meskipun terbatas bagi kalangan tertentu yang terbatas. Sistem yang mereka
perkenalkan secara kasar sama saja dengan struktur yang ada sekarang, dengan
tingkatan sebagai berikut:
·
Europeesche Lagere School (ELS), sekolah
dasar bagi orang Eropa
·
Hollandsch-Inlandsche School (HIS),
sekolah dasar bagi pribumi
·
Meer Uitgebreid Lager Onderwijs
(MULO), sekolah menengah pertama
·
Algemeene Middelbare School (AMS), sekolah
menengah atas
Sejak
tahun 1930-an, Belanda memperkenalkan pendidikan formal terbatas bagi hampir
semua provinsi di Hindia Belanda.
Filosofi pendidikan
Pendidikan
biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung
seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang
dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca
kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum
kelahiran.
Bagi
sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan
formal. Seperti kata Mark Twain,
"Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya.”
Anggota
keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih
mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan
secara tidak resmi.
Fungsi pendidikan
Menurut
Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata
(manifes) berikut:
·
Mempersiapkan anggota masyarakat
untuk mencari nafkah.
·
Mengembangkan bakat perseorangan
demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat.
·
Melestarikan kebudayaan.
·
Menanamkan keterampilan yang perlu
bagi partisipasi dalam demokrasi.
-
Fungsi lain dari lembaga pendidikan
adalah sebagai berikut.
·
Mengurangi pengendalian orang tua.
Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam
mendidik anak kepada sekolah.
·
Menyediakan sarana untuk
pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di
masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah
dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.
·
Mempertahankan sistem kelas sosial.
Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya
untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang
ada dalam masyarakat. Sekolah juga diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa
ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang
tuanya.
·
Memperpanjang masa remaja.
Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa
masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.
-
Menurut David Popenoe, ada empat
macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut:
·
Transmisi (pemindahan) kebudayaan.
·
Memilih dan mengajarkan peranan
sosial.
·
Menjamin integrasi sosial.
·
Sekolah mengajarkan corak
kepribadian.
·
Sumber inovasi sosial.
Sejarah
Belanda memperkenalkan sistem pendidikan formal bagi penduduk Hindia Belanda (cikal bakal Indonesia), meskipun terbatas bagi kalangan tertentu yang terbatas. Sistem yang mereka perkenalkan secara kasar sama saja dengan struktur yang ada sekarang, dengan tingkatan sebagai berikut:
·
Europeesche Lagere School (ELS), sekolah
dasar bagi orang Eropa
·
Hollandsch-Inlandsche School (HIS),
sekolah dasar bagi pribumi
·
Meer Uitgebreid Lager Onderwijs
(MULO), sekolah menengah pertama
·
Algemeene Middelbare School (AMS), sekolah
menengah atas
Sejak
tahun 1930-an, Belanda memperkenalkan pendidikan formal terbatas bagi hampir
semua provinsi di Hindia Belanda.
Filosofi pendidikan
Pendidikan
biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung
seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang
dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca
kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum
kelahiran.
Bagi
sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan
formal. Seperti kata Mark Twain,
"Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya.”
Anggota
keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih
mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan
secara tidak resmi.
Fungsi pendidikan
Menurut
Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata
(manifes) berikut:
·
Mempersiapkan anggota masyarakat
untuk mencari nafkah.
·
Mengembangkan bakat perseorangan
demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat.
·
Melestarikan kebudayaan.
·
Menanamkan keterampilan yang perlu
bagi partisipasi dalam demokrasi.
·
Mengurangi pengendalian orang tua.
Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam
mendidik anak kepada sekolah.
·
Menyediakan sarana untuk
pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di
masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah
dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.
·
Mempertahankan sistem kelas sosial.
Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya
untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang
ada dalam masyarakat. Sekolah juga diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa
ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang
tuanya.
·
Memperpanjang masa remaja.
Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa
masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.
·
Transmisi (pemindahan) kebudayaan.
·
Memilih dan mengajarkan peranan
sosial.
·
Menjamin integrasi sosial.
·
Sekolah mengajarkan corak
kepribadian.
·
Sumber inovasi sosial.
Langganan:
Postingan (Atom)





